"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." (Mat 5:3-12)
Thoughts and rants from an amateur dreamer, Epiphany of demi god semi devil, Horror from your old fat mama, Tyrant in disguise, Oracle of postmonition.
Selasa, 06 September 2016
"Bahagia apabila" atau "Bahagia walaupun"
Minggu, 07 Februari 2016
Act of Love - Happy Chinese New Year
Tiap tahun, saat malam Imlek dan sehari sebelum Imlek, kita selalu merayakannya di Bandung, di rumah mama Julian.
Dan tiap tahun pula, Mama sibuk memasak dan memastikan ke anak-anak dan menantu, serta 9 cucu yang hadir, bahwa makanan cukup. Yang berarti sebentar-sebentar Mama masuk ke dapur untuk menambah masakan.
Anak-anak, terutama Julian, suka complain ke Mama... Anak-anak inginnya saat berkumpul lebih banyak dipakai untuk ngobrol dan bercerita -- daripada sibuk di dapur, selain juga bahu Mama yang mulai sakit bila dipakai aktivitas dengan beban.
Tahun ini, Mama sudah berusaha mencuri start dengan mulai mempersiapkan masakan seminggu sebelumnya, supaya gak diprotes anak-anaknya. Tapi seperti biasa, ujung-ujungnya Mama berkutat di depan kompor dan sibuk memasak / menghangatkan makanan / mencuci bekas wajan, dll.
Kemudian tadi pagi, saat sibuk membantu Mama di dapur, Mama bilang: "Mumpung Mama masih bisa masakin kalian, Mama gak tega kalian gak cukup makan selama di rumah Mama"...
Hari ini aku belajar, buat Mama, memasak untuk keluarganya adalah her act of love. Memasak adalah satu hal yang Mama memang jago dan terbiasa lakukan sejak jaman gadisnya (Mama adalah sulung dari 12 bersaudara).
Sepertinya Mama menjalankan pesan Bunda Teresa: "Tidak perlu melalukan hal-hal besar, tapi lakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar"....
Semoga Mama sehat terus dan masih bisa memasak untuk keluarga many years to come... dan semoga kita semua diingatkan untuk melakukan hal-hal sederhana dengan cinta yang besar.
恭喜发财, 万事如意....
组大家发大财
Bandung, 8 Februari 2016
